0 Keranjang
Sudah ditambah ke Keranjang
    Anda memiliki barang di keranjang
    Anda memiliki 1 barang di keranjang
      Total

      Kenapa sih?

      Bahaya Plastik: Menghadapi Krisis Lingkungan Akibat Kemasan Sekali Pakai

      Penggunaan berlebihan kemasan plastik sekali pakai memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap lingkungan dan sumber daya alam kita. Berikut adalah beberapa poin penting yang perlu dipertimbangkan:

      1. Pencemaran:

      Gambar diambil dari Earth.org "Plastic Pollution in Hawaii".

      Kemasan plastik sekali pakai seperti botol, kantong, dan wadah makanan seringkali berakhir di tempat pembuangan sampah, lautan, sungai, dan habitat alami lainnya. Pencemaran ini merugikan satwa liar, karena binatang dapat salah menganggap plastik sebagai makanan atau terjebak di dalamnya.

      2. Kerusakan lingkungan:

      Gambar diambil dari istockphoto.com karya Максим Шмаков

      Produksi kemasan plastik sekali pakai berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca, konsumsi energi, dan penipisan sumber daya bahan bakar fosil. Limbah plastik juga membutuhkan ratusan tahun untuk terurai, menyebabkan kerusakan lingkungan yang berkelanjutan.

      3. Dampak terhadap ekosistem laut:

      Gambar diambil dari Shane Gross/Ocean Art "A dead green sea turtle tangled in fishing line."

      Limbah plastik dalam kemasan yang berakhir di laut menjadi ancaman serius bagi kehidupan laut. Hal ini mempengaruhi habitat laut, mengganggu ekosistem, dan membahayakan spesies. Mikroplastik, partikel-partikel kecil plastik, ditemukan dalam tubuh organisme laut, yang berpotensi masuk ke dalam rantai makanan.

      4. Tantangan pengelolaan limbah:

      Gambar diambil dari theconversation.com (Mast Irham/EPA)

      Mengelola dan membuang limbah plastik merupakan tantangan besar bagi masyarakat dan sistem pengelolaan limbah. Pencemaran plastik dapat membebani fasilitas daur ulang, dan praktik pengelolaan limbah yang tidak memadai dapat menyebabkan kebocoran plastik ke lingkungan.

      5. Mikroplastik dalam lingkungan:

      Gambar diambil dari researchgate.net uploaded by Lorena M Rios

      Kemasan plastik sekali pakai seiring waktu terurai menjadi mikroplastik, yaitu partikel plastik yang kecil. Mikroplastik telah ditemukan dalam tanah, sumber air, dan bahkan udara yang kita hirup. Luasnya dampak lingkungan dan kesehatan dari mikroplastik masih sedang diteliti.


      Mengatasi masalah penggunaan berlebihan kemasan plastik sekali pakai membutuhkan upaya kolektif dari individu, bisnis, pemerintah, dan organisasi. Banyak inisiatif bertujuan untuk mengurangi limbah plastik, mendorong daur ulang, dan mendorong penggunaan bahan kemasan alternatif guna mengurangi dampak lingkungan dan sumber daya yang terkait dengan plastik sekali pakai.

      Kenalan Dulu Dengan 3R

      Gambar: Reduce, Reuse, Recycle 


      Kawan Hepi mungkin akrab dengan kalimat yang satu ini "Reduce, Reuse, Recycle." Kawan dapat memulainya dengan mengurangi pembelanjaan yang tidak benar-benar diperlukan, menyediakan kemasan sendiri, dan dengan hati-hati mempertimbangkan apa yang akan kawan lakukan dengan setiap barang yang tidak lagi kawan gunakan. 3R ini juga bisa jadi langkah awal kebiasaan baik dalam mengurangi sampah lho. Dengan melakukan tiga hal tersebut setidaknya kita bisa membantu menjaga lingkungan kita untuk bebas dari sampah. seperti yang kita ketahui sampah sudah menjadi ancaman terhadap kehidupan kita saat ini, oleh karena itu ayo kita mulai 3R sama-sama.

      Apa Saja Sih Yang Disebut Dengan 3R?

      Reuse adalah aksi menggunakan barang yang bisa digunakan kembali seperti kotak, kaca, dan bahan kemasan lainnya dari produk yang sudah dibeli atau terima. Kawan dapat menggunakan kembali tempat atau benda tersebut untuk keperluan lain. Oleh karena itu akan lebih baik jika kita memikirkan terlebih dahulu kelanjutan kegunaan sebuah produk atau kemasan yang akan dibeli. Sebagai contohnya kawan bisa membeli produk makanan yang dikemas di kemasan kaca. Kemasan kaca tersebut dapat dimanfaatkan kembali sebagai tempat untuk menyimpan makanan lain seperti kacang-kacangan hingga sisa makanan yang kawan punya

      Reduce adalah aksi untuk mengurangi bahan-bahan sekali pakai atau benda yang tidak bisa digunakan kembali seperti botol plastik dan kemasan susu yang berbahan dasar kertas. Jika bisa belilah produk dengan membawa kemasan mu sendiri. Hindari produk yang dibungkus satu per satu. Saat membeli produk di toko hindari mengemas produk dalam kantong plastik tambahan jika tidak diperlukan. Sayuran seperti kentang, bawang, tomat, dan buah-buahan seperti pisang, apel, dan melon dapat dibeli tanpa memerlukan kantong ekstra.

      Recycle adalah aksi untuk mengolah kembali sampah yang kawan hasilkan. Contohnya dengan mengompos sampah organik/ sampah dapur di halaman rumah. Dengan cara ini kita dapat memupuk tanaman dengan pupuk organik yang lebih aman untuk lingkungan. Biar lebih mudah kawan dapat menyediakan tempat untuk pengomposan sampah organik dan sisa makanan di rumah. Ayo mulai mendaur ulang sampah rumahkan yang kita hasilkan untuk bumi yang lebih bersih

      Sekecil apapun yang kita lakukan untuk menjaga lingkungan sangatlah berarti untuk bumi kita. Semakin banyak orang yang melakukan tiga hal sederhana ini maka akan menjadi semakin asri bumi kita kedepannya.

      Artikel ditulis oleh Alfiqra Razzadhy dan diedit oleh Veronika